syeh puji akan segera menikahi 2 bocah lagi yang berumur 7 dan 9 tahun

Kontroversi pernikahan Syeh Puji makin melebar. Setelah mendapat protes sejumlah kalangan, kini sejumlah pihak mendesak polisi untuk  mengusutnya. Namun Syeh Puji tidak gentar. Sebaliknya Syeh Puji menantang polisi untuk menangkapnya.
Kiai kaya raya asal Kabupaten Semarang ini baru saja menikhai gadis bau kencur, 11 tahun. Tidak hanya itu. Kiai nyentrik yang suka bagi zakat milyaran ini akan segera menikahi 2 bocah lagi dibawah umur. Komnas Perlindungan Anak menilai perbuatan pemilik PT Sinar Lendoh Terang ini telah melanggar 3 UU. Syekh Puji pun tidak gentar mendengar itu.
“Silakan kalau mau nangkap saya,” kata Syekh Puji, Jumat (24/10).
Menurut Syekh Puji, kalau polisi mau menangkap dirinya tidaklah gampang. Semua ada tahapan-tahapannya. “Silakan saja polisi kalau mau nangkap,” tantang Pria berjambang ini.
Namun Syekh Puji mengaku, pernikahannya dengan Ulfa (11) bocah di bawah umur itu belum dilangsungkan. Ia baru akan melakukan pernikahan dengan tiga bocah yang berumur 11, 9 dan 7 tahun. Tapi kesaksian warga menyatakan pria yang pernah berzakat Rp 1,3 miliar itu dalam buka puasa mengaku sudah menikahi Ulfa (11) secara siri.
Selain dinikahi bocah-bocah ingusan itu juga akan dipekerjakan sebagai bos perusahaan milik sang Syekh.
Syekh Puji benar-benar cuek terhadap orang atau lembaga yang mempermasalahkan pernikahannya. Dia tidak takut ancaman hukuman.
“Jangankan 4 tahun, seribu tahun saja nggak apa-apa. Ancaman hukuman itu dasarnya apa?” katanya saat menemui wartawan dirumahnya, Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jumat (24/10).
Syekh Puji mempersilahkan jika ada yang mempermasalahkan pernikahannya. Dia malah menyindir, kalau tidak serius, berarti yang mempermasalahkan tidak benar-benar serius.
“Kalau tidak serius, itu namanya ceng-ceng po (hanya bercanda),” katanya disambut tawa para wartawan.
Pengusaha kaligrafi dari kuningan ini menambahkan, sebelum menikahi gadis kecil, dirinya sudah meminta izin orang tua si anak. Tentunya, orang tua tersebut juga menawarkan kepada anaknya.
“Kalau semua setuju, apa yang salah?. Nggak ada masalah apa-apa kok,” katanya retoris.
Syekh Puji menjawab pertanyaan wartawan dengan ceplas-ceplos. Berkali-kali seisi ruangan tertawa, karena pernyataan Syekh Puji seolah tengah bercanda.
Pria 43 tahun itu benar-benar mengaku tidak takut dituntut siapapun.
“Kalau Komnas HAM atau Kak Seto atau lembaga-lembaga apa mau tuntut, nggak takut saya,” katanya.
“Lha wong sama harimau saja saya nggak takut kok,” lanjutnya sambil tertawa.
Pujiono tetap ngotot keputusannya menikahi Ulfa tidak ada yang salah. Sebab pernikahan itu berlangsung tanpa paksaan dan sama-sama mau.
Komnas Perlindungan Anak (PA) rencananya akan bertemu dengan kiai nyentrik ini.  “Nggak mau. Ngapain?” kata Pujiono Cahyo Widianto, nama lengkapnya.
Syekh Puji mengatakan, tidak perlu Komnas Anak bertemu dengan dirinya. Menikah dengan anak di bawah umur adalah haknya bukan urusan Komnas anak.
“Nggak perlu ketemu. Itu hak saya. Hak mereka ya hak mereka,” ujarnya.
Syekh Puji pun mempersilakan Komnas Anak jika ingin menuntut dirinya. “Mereka mau nuntut silakan saja,”katanya.
Menurut Komnas Anak, Syekh Puji telah melanggar 3 UU yakni UU perlindungan anak yang melarang menyetubuhi anak di bawah umur. Lalu UU perkawinan yang melarang menikahi anak di bawah usia 16 tahun, dan UU ketenagakerjaan yang berisi melarang mempekerjakan anak di bawah umur.
Sejumlah ualama juga menilai, pernikahan ini tidak lazim. Karena itu para ulama juga mendesak polisi untuk bertindak.
“Masalah ini tidak perlu ditanggapi oleh para kiai di Jawa Tengah. Yang perlu menanggapi adalah polisi karena ini tindakan kriminal,” kata ulama Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang KH Nuril Arifin.
Bagi Gus Nuril, begitu Nuril Arifin biasa disapa, seseorang bisa disebut kiai jika dia sarat dengan ilmu pengetahuan dan agama. Menurutnya, Pujiono tidak pernah masuk ke Pondok Pesantren, khususnya di Jawa Tengah. Pujiono dinilai hanya mengaku-aku sebagai kiai.
“Kalau tindakannya seperti itu, dia itu kiai pembawa bencana atau kiai gendeng,” tuding Gus Nuril.
Gus Nuril mengenal Pujiono karena pria yang pernah bagi-bagi zakat sebanyak Rp 1,3 miliar pada Lebaran lalu itu sering meminta bantuan Banser yang dipimpinnya untuk menjaga sejumlah aktivitasnya antara lain saat ia mencalonkan diri jadi bupati Semarang namun gagal.
Atas desakan sejumlah pihak, kepolisian masih mempelajari dan mencari bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan pria yang dikenal sebagai pengusaha kuningan dan kaligrafi itu.
“Nanti kita coba pelajari dulu. Cek dulu bagaimana apakah benar nggak itu. Kan orang kawin itu ada suratnya. Nanti kita cari bukti-buktinya,” kata Kapolres Semarang AKBP Abdul Hafid Yuhas.
Tapi Pak pernikahannya itu nikah siri, bagaimana mencari bukti tertulisnya?
“Itulah yang dipelajari. Polisi tidak serta merta menindak. Belum ditemukan fakta yang jelas. Bisa dari saksi dan penghulu yang menikahkannya,” jawab Hafid.
Hafid mengatakan, pihaknya akan mendalami fakta atau informasi yang diterima. Untuk bisa masuk ke ranah hukum harus memegang bukti.
“Kita bekerja profesional. Selama ada UU dan ketentuan serta fakta, kenapa tidak bisa (menangkap Syekh Puji)? Tetapi saya juga nggak mau (menangkap) kalau belum menemui fakta dan buktinya. Nggak bisa main seruduk saja,” tegasnya.
Menurut Hafid, alangkah lebih baik kalau polisi menerima laporan dari masyarakat beserta bukti pelanggaran yang dilakukan Syekh Puji. “Ada laporan lebih bagus. Semua bisa saja, asal ada buktinya,” tandasnya.

sumber : harian meteor

24 Komentar

  1. pendapat saya “beliau sudah merasa bisa dalam segala hal karna beliau merasa semua bisa di dapat dengan uang” walau tidak secara langsung seperti itu apa lagi dari segi ilmu agama beliau sangat minim karna kalau kita lihat waktu membagikan zakat secara langsung menurut agama kurang sempurna bahkan bisa menimbulkan RIYAK dan bisa-bisa zakatnya tidak sah karna AMAL YANG PALING DI TERIMA OLEH ALLOH ADALAH AMAL YANG TIDAK TERLIHAT OLEH MATA MANUSIA

  2. Sudah sebegini hancurkah moral orang Indosesia?
    Saya harap pemerintah Indosesia akan mengambil tindakan tegas, karena menurut saya perbuatan ini sudah keterlaluan dan menginjak2 Hukum di tanah air.
    Kepada aparat yang berwenang, “lindungi rakyatMu dan hukum di Indonesia”.

  3. sudah salah………masih sombong, apa itu ciri kyai ?? membenarkan segala cara.

  4. MasyaAllah,.. ini adalah kiyai gendeng,.. jangan diikuti, agamanya jelas minim,.. masak hanya urusan rabi, rabi,.. jangan jangan itu untuk pesugihan dan penglarisan pujiono gendeng,..ayo kita cari pujiono-pijiono yang lain yang suka trafiking atau penjualan anak.

  5. pendapat saya ” sangat tidak terpuji apa yg telah syekh puji lakukan terhadap ULFA yg msh dibawah umur ” seandainya pun dia suka terhadap ULFA apakah harus dipinang..? tentu tidak…!!! kalau pun syekh puji suka/sayang jadikanlah siULFA itu sebagai anak, layaknya bagai darah daging sendiri. & beri si ULFA tuntunan selayak alam pikirannya.1 hal yg harus dipahami,karna biarbagaimana pun aturan”/ norma” didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah sangat jelas ada dalam Hukum perlindungan Anak,dalam KUHP 288.& jangan membawa” Akidah Islam dalam pembelaan diri syehk puji.& janagn pula membawa”RASULULLAH SAW seperti yg telah dijelaskan warta kota tgl 24-10-2008.secara nalar/ pun logika itu sudah sangat tidak pantes…apa yg telah dilakukan syehk puji..!!! seorang KIAI,yg dipanggil akrab SYEHK PUJI , KIAI itu kan di ibaratkan corong / panutan bagi Umat Muslim apakah pantes seperti itu..!!! & dalam diplomasi / giuran yg telah dicutuskan oleh syehk puji terhadap keluarga ULFA bahwa ULFA akan dijadikan GM (general menejer) dalam perusahaan syehk puji,seju”rnya itu sangat tidak sampatik kedengarannya seorang KIAI mengiurkan KEDUNIAAN,seharusnya syehk puji memberi tuntunan yg mengarah APA ARTI HIDUP SESUNGGUHNYA& UNTUK SIAPA MANUSIA ITU HIDUP..?bukankah seorang KIAI jika bersikap,berucap selalu berusaha untuk menyejukan Umat..? ” BAHWA SESUNGGUHNYA KENDARAAN YANG TERBAIK ADALAH KENDARAN DUNIA ” jika memang syehk puji mengerti secangkup kata yang terias diatas tentunya dia bisa memahami apa yang harus dia lakukan terhadap Umatnya…!!!

  6. Kayaknya org ini dah impoten, atau gak tititnya kecil bgt. Makanya nyari pasangan anak kecil jg. Yg umur 11 thn aja tititnya gak pas jd masih nyari sampe yg 7 thn. Mending duitnya dipake buat besarin tititnya. Kasihan bgt dia. Aq jadi terharu.

  7. Anak2 koq disetubuhi,,kyai gila,,kyai pedofil,,keq ga ada aja lagi wanita dewasa di muka bumi ini..!?

  8. dasar kiai goblog

  9. Pendapat saya ” sangat tidak terpuji apa yang dilakukan oleh syeh puji, masak menikahi anak – anak. mungkin saja orang tua sianak dipaksa oleh syeh puji, untuk balas budi karena terbelit oleh hutang atau tergiur oleh harta, sehingga mengorbankan anak. Atau barangkali syeh puji mempunyai ilmu hitam sbagai korban pesugihan. Pendapat saya syeh puji dan orang tua sianak perlu ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

  10. kiai dongo…klo dia mnikahi SI ANAK dngan alasan ekonomi agar si ank tu bs jd penerus PERUSAHAN, knpa nak tu di jadikan istri bkan DI JADIKAN ANAK AJj..kan lbih pntes DIJADIKAN ANAK tu..kykny KIAI TU CMN PNGEN BERSETUBUH AJ MA NAK TU

  11. Apakah nabi muhammad menikahi aisyah ketika umur 9 tahun??? Hal itu masih perlu dipertanyakan.
    Coba buka:
    http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/07/17/menyusuri-jejak-pernikahan-nabi-dengan-aisyah/
    dan
    http://tegakluruskelangit.blogspot.com/2008/10/kaum-liberalis-bahu-membahu-dengan_26.html)

    Data dari kak seto:
    Pujiono menikahi Lutfiana Ulfa ketika umur 14 tahun 8 bulan bukan 11 tahun atau 12 tahun
    coba lihat :
    http://www.detiknews.com/read/2008/10/29/013112/1027553/10/kak-seto-catatan-kartu-keluarga-usia-ulfa-hampir-15-tahun

  12. Dari arsip
    “http://arsiparmansyah.wordpress.com/2008/07/17/menyusuri-jejak-pernikahan-nabi-dengan-aisyah/” dan “http://tegakluruskelangit.blogspot.com/2008/10/kaum-liberalis-bahu-membahu-dengan_26.html)”
    Saya bisa ambil kesimpulan jika Nabi muhammad menikah dengan aisyah pada waktu aisyah berkemungkinan besar sudah beranjak remaja dan kemungkinan nabi Muhammad menikahi aisyah pada usia kecil (anak2) sangat minim. Bukan kah ini salah satu bukti jika “Syeh Puji” yang mengaku kiai,Syeh dan semua émbél2nya masih memeliki pengetahuan agamanya masih dangkal, karena menurut saya orang yang berkoméntar atas pernikahannya dengan anak2 dan membawa nama agama tampa mencari tau fakta dan kebenaran yang sebenarnya hanyalah orang2 yang ilmuya tidak dalam dan hanya berdasarkan istilah “KATANYA”.

  13. Hajar Pak Kyai Biar Seneng kau Hidup Di neraka nanti na…!!! SELAMAT PAK KYA ANDA TELAH MEMESAN TIKET TUJUAN NERAKA….!!!!

  14. Sesuatu jangan dilihat sebelah mata, mari kita telaah lebih jauh dari kaca mata bathin (hati nurani) yang paling dalam, Jika pernikahan mengarah pada keselamatan seoarang gadis terhadap perzinahan apa salahnya kalau segera di nikahkan, toh seorang wanita sah dikawini jika sudah datang bulan (menstruasi) dan fihak wali/ortu mengijinkan, dari pada sekarang banyak anak diusia remaja (masih bau kencur) sekitar 10-13 tahun sudah menjajakan diri sebagai PSK atau melayani om2 hidung belang. Sekarang kalau ulfah dipisahkan dengan puji apa jadinya dengan kondisi psikis dirinya terhadap keluarga dan masyarakat. Yang saya tidak sepakat kenapa puji mengawini ulfa atas dasar hutang pituang, serta pemerintah tidak bisa memberikan jalan keluar yang terbaik bagi anak2 di usia dini dengan ekonomi terbatas, mari kita renung bersama. Wassalam

  15. hahahahahahaha
    kejadian ini sungguh bener bener aneh.
    kalau menurut pandangan saya sih,pujionoi bukan seorang yg patut dipanggil syekh
    karena,gelar syekh itu diberikan kepada orang yg bener2 tau akan agama Islam.
    saya pikir,dia menikahi Ulfa bukan karena menolong tapi,saya mengira bahwa dia menginginkan kepuasan bathin.
    jujur,ak ikut prihatin dgn kejadian ini karena,ak sendiri adalah orang penentang terhadap segala bentuk penindasan terhadap kaum lemah dan anak2.
    saya pikir ini perbuatan yg sangat biadab.
    memang sih kita mempunyai Hak untuk mengambil keputusan tapi,bukan seperti ini yg dimaksut.
    dan saya menghimbau,agar Pemerintah dan pihak Komnas Ham perlindungan anak2 segera bertindak.
    potong saja kelaminya bila perlu.
    maaf,ANJING betul itu orang

  16. dia tuh org sinting…
    mang tajir sih tp kampring bgt deh…
    makanya nikahin cw dibawah umur,,itu buat syarat pesugihan..
    gw g prcya itu hasiL pure dr hasiL kerjaannya dia..
    bisnis Kaligrafinya cmn komoFLase aja….

  17. inget sm dosa n umur pak…?mentang2 bnyak duet!!

  18. oi…yai…!nikmat dibumi sm disurga lain…!duet kau…dak tahan lamo…kiyai!!

  19. knapa dia dipanggil seykh..?karna dia udah mersa berbuat amal ampe 1m lebih!beramal kok dipublikasi…itu bukan mencari amal…mas…,itu namanya mencari sensasi…!apa kt dunia…!menrtang bnyak uang..untung dia nggak jd pemimpin Daerah(bupati.gubernur.Anggota legislatif..OR lainnya) bisa – bisa anak dibwah nanti dinikahi semua…!seykh…seykh…..

  20. nafsu,itu mungkin yg lebih pantas di bicarakan,barang siapa yg tidak bisa mengendalikannya otomatis akan terus diperdayakannya.seperti bapa ini beliau memang mempunyai niat yg baik namun bila mana didasari dengan nafsu maka segalanya bisa terjadi.yang jelas aku juga mau dunk abg kaya si ulfa xixixixixi

  21. Bravo Buat syekh Puji……………
    Gue mau tau resepnya,

  22. Adakah maksud trtentu di balik pernikahan seorang kakek dng seorang bocah?…
Sprti kyai yg satu ini…!pantas kah seorang tokoh agama mlakukan nya?
    
Apa krn hawa napsu?
    …bagus gak dlam pandangan etika percontohan umat?tp kita jng berburuk sangka pada nya,dng ke,inginan menikahi anak2kecil yg sngt berbeda jauh dng usia nya.Ntah bagur pa tidak?yg trpenting jangan sampai menular di bangsa ini apa jd ny nanti bangsa ini bl smua kakek2bgitu,bisa2kakek mnggil cucu istri2,cucu manggil seorang kakek suami nya:$

  23. Assamuikum wr wb
    Dasar Bajingan Munafik Nikah Koh ama Bocah bau kencur

  24. seh puji itu bukan seh,,tapi penjahat kelamin khususnya anak2,,,hati para ibu yg punya anak2 perempuan yg masi kecil,,,ntar di sikaat puji jahanam,,,


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • yang mampir

    • 1,476,818 sejak 01/01/2009
  • dipilih,,,dipilih,,,




  • RSS Umpan yang Tidak Diketahui

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • %d blogger menyukai ini: