Setelah Disembelih Kambing Kurban Jalan-jalan

JOMBANG — Peristiwa aneh dan langka terjadi di tengah perayaan Idul Adha, tepatnya di Dusun Bapang, Desa Sumbermuluyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Senin (8/12). Seekor kambing yang disembelih sebagai salah satu kurban di dusun setempat ternyata tidak mati, melainkan jalan-jalan.

Hingga sore kemarin kambing tersebut masih hidup dan diikat di rumah kosong milik Jazuli di desa setempat. Panitia Idul Kurban dusun setempat menunggu hingga 24 jam sejak kambing tersebut disembelih. Kalau masih juga belum mati, akan dilakukan penyembelihan ulang.

Peristiwa tersebut tak urung menggemparkan warga sekitar dan ratusan orang kemarin mendatangi lokasi kambing tersebut guna menonton dari dekat kambing “sakti” tersebut. Beberapa remaja bahkan menempatkan kotak agar diisi sumbangan uang oleh pengunjung.

Informasi yang dihimpun, kambing tersebut diserahkan kepada panitia kurban di dusun setempat oleh pemiliknya, Umul, warga setempat, untuk dijadikan kurban, Minggu. Bersama kambing tersebut, ada tiga ekor lagi yang sama-sama dijadikan hewan kurban, sumbangan warga lainnya.

Senin sekitar pukul 07.00, sehabis shalat Idul Adha, dilakukan penyembelihan empat ekor kambing tadi di halaman Mushala Al-Zuraimi. Orang yang diberi tugas menyembelih adalah Kholison, warga setempat, yang sudah berpengalaman menyembelih hewan ternak.

Proses penyembelihan tiga ekor kambing berlangsung lancar dengan rata-rata mati setelah 5-10 menit sejak disembelih. Kemudian giliran kambing milik Umul.

Kholison dibantu beberapa warga yang memegangi kambing pun menyebelih leher kambing jenis Jawa itu. Penyembelihan pada awalnya berlangsung mulus. Pisau berhasil mengiris leher hingga memutus kerongkongan si kambing. Penjagalan dianggap selesai, kambing dilepaskan.

Mulai dari sinilah keanehan terjadi. Kambing tersebut tidak roboh, melainkan justru berdiri. Selanjutnya, dengan leher menganga dan darah yang menetes, kambing tersebut berjalan-jalan memutari halaman mushala.

Sejumlah warga yang agak panik mengepung dan berupaya menangkap kambing tersebut. Namun, rupanya tidak mudah. Seperti tidak merasa kesakitan dan tidak terjadi apa pun, kambing itu menghindar ketika hendak ditangkap.

Bahkan, seorang warga bernama Sholikhin, ketika hendak menangkap dengan posisi agak membungkuk, sempat diterjang kambing tersebut pada bagian kepalanya hingga merasa pusing.

Setelah berhasil ditangkap, kambing tersebut dimasukkan ke rumah kosong yang belum jadi milik Jazuli, warga setempat.

Menurut Ghozali, salah satu panitia, penyembelihan ulang dilakukan setelah pihaknya berkonsultasi dengan seorang ulama yang dianggap lebih mumpuni di bidang fikih.

“Kalau sekarang disembelih lagi, haram hukumnya,” imbuh Ghozali, kemarin.

Diperoleh keterangan, kejadian serupa sebenarnya tidak hanya sekali ini. Pada 1970-an seekor ayam yang disembelih di pekarangan yang sekarang menjadi halaman Mushala Al-Zuraimi juga tidak mati meskipun urat lehernya sudah terputus.

“Menurut cerita orang-orang tua, kawasan di sini memang agak mistik. Sampai sekarang orang tidak berani menggelar pertunjukan dangdut dan sebagainya di sini karena diyakini bisa sial,” kata Khamami, warga setempat.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • yang mampir

    • 1,477,859 sejak 01/01/2009
  • dipilih,,,dipilih,,,




  • RSS Umpan yang Tidak Diketahui

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • %d blogger menyukai ini: