Dijemput Polisi Syeh Puji Melawan

Dengan di bela ratusan pendukungnya, Syeh puji kemarin kembali dijebloskan ke tahanan. Pencabutan status penangguhan penahanan atas kasus pernikahan di bawah umur itu dilakukan karena polisi menganggap Syeh puji tak kooperatif. Sikap tidak kooperatif Syeh puji ditunjukkan dengan beberapa kali tidak hadir pada pemeriksaan polisi.

Penangkapan Syeh puji berlangsung dramatis. Tangis histeris Ulfa mewarnai upaya penjemputan itu. Susana sempat ricuh, karena Ulfa tidak mau diperiksa karena sakit. Bahkan Ulfa menangis histeris karena merasa dipaksa.
Mendengar keributan tersebut, ratusan karyawan Syeh Puji langsung mengepung petugas. Bahkan Syeh Puji menyatakan akan melawan jika istri mudanya dijemput paksa.
Karena kalah massa, polisi pun meminta berunding dengan Syeh Puji dan pengacaranya. Namun ditengah perundingan tersebut , Syeh Puji marah karena tersinggung dikatakan pernikahannya diyatakan tidak sah. Didampingi ratusan karyawannya, pengusaha itu berteriak bahwa pernikahannya benar benar sah menurut agama yang diyakininya.

Gagal menjemput Ulfa, petugas mengalikan sasaran. Saat Syeh Puji asyik duduk di kursi depan ruang tamu, tiba tiba beberapa polisi mendekat. Kasatreskrim Polwiltabes Semarang AKBP Roy Hardi tangSiahaan langsung menggegam tangannya.”Sekarang Syeh Puji ikut saya “.Syeh Puji langsung terkejut dan berkata, “Lho kemana ?”
Syeh Puji lalu dibawa oleh dua reserse Polwiltabes Semarang disamping kanan dan kiri.”saya akan sholat maghrib dulu”, ujar Syech Puji. Namun petugas tidak menggubris dan langsung mendorong dia ke mobil kijang Innova silver.

Merasa diperlakukan kasar, Syeh Puji mengomel dan berteriak di depan ratusan santrinya yang masih bersiaga di Ponpes Miftahul Jannah miliknya. Mereka mengerumuni mobil yang membawa Syeh Puji sambil mencaci maki petugas. Dua santri terkena bogem mentah polisi karena dianggap menghalang-halangi dan mengganggu. bahkan ada salah seorang satpam ponpes yang ikut diangkut. Teriakan takbir dan tahmid berkumandang di seputar pondok.Ada yang menangis sejadi jadinya di pintu gerbang pondok menyaksikan pimpinan pondok digelandang paksa.

Ini penculikan bukan penangkapan. Mengapa harus dengan cara kasar dan premanisme seperti ini. Ujar Agus Djaya Astra pengacara Syeh Puji. Atas perlakuan polisi ini , Agus beserta tim pengacara Puji lainnya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mabes Polri dan Propam.

Sumber : Meteor, Radar Jogja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • yang mampir

    • 1,476,818 sejak 01/01/2009
  • dipilih,,,dipilih,,,




  • RSS Umpan yang Tidak Diketahui

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • %d blogger menyukai ini: