Anggota DPR Jadi Menteri Harus Segera Mundur

SENAYAN – Sembilan dari 34 menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, statusnya masih merangkap anggota DPR RI.Jika demikian bisa saja mereka dapat gaji dua alias nokang. Ini cerminnan keserakahan.

“Itu namanya tidak tahu diri. Sudah dilantik jadi menteri tidak juga mau mundur dari kursi DPR. Mestinya mereka secepatnya mengajukan pengunduran diri bukan sibuk pesta,” kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit, tadi malam.

Saat sambutan pelantikan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) justru menghendaki menterinya tak lagi menganut loyalitas ganda antara kepentingan partai dan kepentingan bangsa. Selama menjadi menteri, tak ada pilihan lain loyalitasnya hanya kepada bangsa.

Menyikapi rangkap jabatan itu, Arbi Sanit, mengingatkan kelakuan mereka jika berlangsung sampai satu bulan tidak juga mundur dari anggota DPR RI berarti ada niat untuk rangkap alias nokang. “Jangan-jangan mau rangkap juga gajinya, enak betul. Ini dilarang oleh undang-undang,” katanya lagi.

Sebagai orang pilihan, mestinya kesadaran mereka sudah muncul ketika dipanggil untuk diminta menjadi pembantu presiden. Bukan hanya posisi anggota DPR yang harus dilepas tapi juga sebagai pimpinan partai yang bersangkutan.

JERO WACIK DAN FREDDY

Menanggapi ada sembilan menteri belum mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI, Ketua DPR Marzuki Alie membenarkannya. Sampai saat ini dari 11 anggota yang menjadi menteri baru dua yang mengajukan pengunduran diri.

“Baru Pak Jero Wacik dan Pak Freddy Numberi yang sudah mengajukan pengunduran diri, lainnya belum,” kata Marzuki.

Dikatakan Marzuki, karena mengundurkan diri maka mekanismenya yang bersangkutanlah harus mengajukan permohonan. Kecuali kalau penggantian antar-waktu (PAW), maka yang mengajukan penggantian adalah partainya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat ini mengatakan DPR masih menunggu pengajuan pengunduran diri politisi tersebut, untuk diteruskan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tentang siapa yang akan menggantikan anggota tersebut adalah otoritas partai masing-masing.

Marzuki menjelaskan, sesuai dengan undang-undang, seorang pejabat publik tidak bisa merangkap jabatan. Karena itu anggota DPR yang dilantik sebagai menteri harus segera mengajukan pengunduran diri.

Politisi dari berbagai parpol yang semula menjadi anggota DPR dan kini menjadi menteri adalah Jero Wacik (PD), Darwin Zahedi Saleh (PD), Syarifudin Hassan (PD), Freddy Numberi (PD), Tifatul Sembiring (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), Suryadharma Ali (PPP), Muhaimin Iskandar (PKB), EE Mangindaan, (PD), Suharso Monoarfa (PPP), dan Suswono (PKS).

MUNDUR DARI PARTAI

Pengamat politik Fadjorel Rachman mengatakan selain harus segera mundur sebagai anggota DPR, menteri yang menjadi fungsionaris parpol segera mundur.

“Mereka jangan serakah. Karena mereka itu sedang menjalankan tugas negara yang bakal menyita waktu sebab itu mereka harus meninggalkan posisinya di parpol maupun statusnya sebagai anggota DPR,” tuturnya.

Pengamat politik Universitas Indonesia Ibramsjah tidak yakin menteri yang masih aktif di parpol bisa menjalankan tugasnya di pemerintahan secara maksimal.

“Bohong itu pernyataan Muhaimin yang yakin bisa bagi waktu di partai dan jabatan menterinya. Bagaimana bisa mengatur waktu di tengah kesibukan menjalankan tugas negara, tapi di sisi lain juga harus memimpin parpol. Karena itu, mereka harus mundur,” tegasnya.

sumber : pos kota

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

  • yang mampir

    • 1.574.504 sejak 01/01/2009
  • dipilih,,,dipilih,,,




  • RSS Umpan yang Tidak Diketahui

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • %d blogger menyukai ini: