Klub Poligami

BANDUNG – Kehadiran klub Poligami Global Ikhwan, dari Malaysia yang mendirikan cabang di Bandung mulai mendapat protes dari warga. Jumatkemarin mulai ada pro kontra atas pendirian klub yang mewadahi suami beristri lebih dari satu itu. Tidak sedikit yang meminta supaya klub itu diawasi dan dan kalu bisa dibubarkan.

Namun, Mochmad Umar Ketua Klub Poligami saat bertemu wartawan mengaku optimis klub itu akab berjalan meski diakuinya ada pertentangan. Dia menegaskan, untuk yang menentang sangat wajar karena mereka bisa dikaitkan masih dangkal dalam pemikiran Islamnya.

Dia menyebutkan konsep poligami yang ditekankan kelompoknya adalah poligami sebagai ibadah dan bukan semata-mata memenuhi keperluan seks.

Bahkan, dia menegaskan, siapa yang menentang atas kehadiran klub ini berarti mereka harus berhadapan dengan Tuhan dan perintah Rasul. ” Saya tidak khawatir dengan penolakan,” ucapnya.

Meski Umar optimis tak akan ada yang memprotes tapi kenyataanya lain. Kini kehadiran klub itu mulai diprotes berbagai kalangan terutama ibu rumah tangga di Bandung.

DARI MALAYSIA LAGI!

Ibu rumah tangga di Bandung, ketika dimintai komentar seputar klub poligami mengaku geram . Bahkan, kredibilitas Ketua Umum Kluib Umar ang terang-terangan maju tak gentar dalam mendirikn klubnya dipertanyakan .

” Aneh, di Bandung juga banyak yang poligami, kok pencetus klub itu dari Malaysia. Jangan-jangan ada tujuan tertentu di balik mendirikan klub itu,” kata seorang ibu rumh tangga Ny. Dewi,39, Jumat.

Lebih jauh dia menegaskan, dengan munculnya wadah untuk suami yang berpoligami di Bandung, diduga kuat ada tujuan lain untuk menggembosi kesatuan dan persatuan di Indonesia.

” Kami terus terang sangat curiga. Apalagi klub ini penggagasnya dari Malaysia. Kami berharap suupaya kehadiran klub ini dikaji ulang kalau bisa ‘dibunuh’ lebih dini,” pintanya.

Hal sama dilontarkan Kordinator Aliansi Umat Muslim Indonesia (Alumi) Jabar Hedi Muhammad. Dia meminta supaya klub poligami asal Malaysia tida melanjutkan aktivitasnya karena akan memicu munculnya klub-klub lain serta pertengkaran antara suami dan isteri. Selain itu dia berharap supaya kehadiran klub tadi diwaspadai.

Dia mengungkapkan, mendirikan klub merupakan hak seseorang, namun dalam mendirikan klub harus cerdik dan positif. Masih banyak persoalan lain yang perlu dipikirkan untuk kepentingan hidup selin poligami.

“Mendirikan klub kok poligami. Apakah tak ada lain ang lebih bermanfaat. Kami tak bisa melarang selain menyarankan supaya klub ini diwaspadai,” ujarnya lagi.

Pemerhati sosial, Drs Nonong,MAg, mengungkapkan, kehadiran klub poligami di Bandung tak menutup kemungkinan akan membuat gesekan antara masyarakat ang pro dan kontra.

Meski poligami itu tak dilarang agama, namun bukan berarti poligami bisa diekpos seperti ini. ” Kami memprediksi kehdiran klub ini bisa membuat kecemasan ibu rumah tangga. Sebelum melangkah lebih MUI segera mengkaji kehadiran klub tadi,” tegasnya.

Klub poligami, lanjut dia seolah sepele dan tak akan ada masalah jika berdiri di Bandung, tapi jika ditinjau dari sudut sosial kehadiran organisasi ini bisa menjadi salah satu indikator perusak rumah tangga.

“Poligami masih menjadi momok buat kaum ibu rumah tangga. Meski banyak orang menjual poligami itu sunah Rasul, memang hanya poligami saja yang menjadi sunah Rasul. Banyak sunnah Rosul lain yang perlu diekspos,” tegasnya.

Sementara itu penyanyi dangdut Ikke Nurjanah mengungkapkan dirinya tidak mengharamkan poligami. “Sebagaimana agama yang saya yakini, kan ada aturannya meskipun ada syarat-syarat tertentu misalnya,”ujar ibu satu anak ini. Menurut dia, dia ada mengenal rekan wanita yang kebetulan suaminya berpoligami.

“Sejauh ini ya wajar-wajar aja. Mungkin saya juga nggak terlalu mau masuk ke dalam persoalan di luar porsinya ya,” katanya.

Tapi dia menambahkan, rumah tangga berpoligami atau tidak pasti ada masalahnya. Hanya saja lanjutnya, persoalannya mungkin berbeda-beda. Lagipula sambung Ikke, selama kita hidup pastilah kita menemui masalah.

sumber : pos kota

1 Komentar

  1. ck ck ck ck….
    ada-ada saja yah…
    pro dan kontra poligami memang sudah sejak lama menjadi perbincangan para ulama dinegeri kita…
    eh sekarang malahan ada yang mendirikan klub poligami…

    poligami memang banyak dilakukan oleh orang2 yang memiliki kelebihan didalam harta kekayaan..
    karena mereka beranggapan bahwa salah satu syarat melakukan poligami adalah harus adil…
    mereka menganggap bahwa mereka bisa memenuhio sifat adil tersebut dengan harta…
    tapi yang dimaksud adil disini adalah, adil dalam segalanya…
    baik sandang, pangan dan papan, tentu saja jasmani dan juga rohani harus terbagi dengan adil…

    semoga saja terbentuknya klub poligami ini tidak membawa dampak negatif bagi warga yang berada dilingkungan sekitar maupun masyarakat luas….
    Iklan


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

  • yang mampir

    • 1.574.504 sejak 01/01/2009
  • dipilih,,,dipilih,,,




  • RSS Umpan yang Tidak Diketahui

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • %d blogger menyukai ini: