Waspadai Endang dan Dino, Sama Sama Antek Amerika

Tudingan Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai kaki tangan Amerika ada benarnya. Medical Emergency Rescue Comitte ( Mer-C ) meminta agar semua mewaspadai Endang dan jubir presiden Dino Patti Djalal. Kedua orang itu mempunyai sejarah dekat dengan kepemtimgam Amerika. Meski Endang jadi Menkes, Mer-C berharap tidak ada lagi virus dari Indonesia yang dibawa ke luar negeri dan disalahgunakan seperti saat Indonesia kerjasama dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2)

“Endang itu pernah membawa virus ke luar negeri alasannya sebagai peneliti saya berhak membawa virus ke luar negeri. Ini bentuk ketidakpedulian. Ujar Ketua Presidium Mer-C Jose Rizal.”

Menurut Jose, virus jika disalahgunakan akan sangat berbahaya. Bisa jadi digunakan untuk bahan senjata biologi atau diperjualbelikan demi keuntungan semata.”Virus jangan sampai digunakan untuk bisnis.”

Sementara Dino adalah yang membela Namru ketika kami menolak kehadiran Namru di Indonesia.” Ujar Jose.

“Dulu Dino adalah yang membela Namru ketika kami meolak kehadiran Namru di Indonesia.” Imbuh Jose

Mer-C mengaku kecewa dengan penunjukkan Endang sebagai Menkes, penunujukkan Endang tidak lepas dari tekanan negara asing. “Pasti ada tekanan dari AS”, kata Jose.

Jose tidak yakin Nila Moelek batal jadi Menkes dengan alasan tidak lolos syarat kesehatan terutama ketahanan terhadap stress.

“Nila Moeloek itu kan ahli mata, masa tidak tahan stress, Bisanya operasi mata itu hitungannya per milimeter, kecil sekali. Kok dikatakan tidak tahan stress ?”ujar Jose

Asal tahu, penelitian Namru akan dihentikan mulai Desember 2009. Sebagai gantinya akan dibentuk Indonesia Usaid Center For Biomedical and Publichealth Center ( IUC ).
Walau tidak melibatkan militer AS, jangan sampai IUC beroperasi seperti Namru.

“Persoalannya bukan militer atau bukan. Dia bisa ambil sampel bolak-balik tapi tidak bisa diperiksa. Apalagi mental peneliti kita selalu inferior jika berhadapan dengan peneliti asing,” ujar Presidium Mer-C Jose Rizal.

Jose menjelaskan dalam menjaga keluar masuk virus, tidak bisa hanya dipandang dari aspek penelitian, tetapi harus dilihat juga dari faktor pertahanan dan keamanan negara.

“Konteks kerjasama yang lain harus diwaspadai agar tidak sama seperti Namru,” ujarnya

Menurut Jose, Namru adalah persoalan bagi bangsa ini.specimen keluar masuk tanpa diperiksa.
Namru sudah lama mengadakan penelitian tetapi makin lama penyakit bukan makin mudah diobati.

“Kalo specimen virus disalahgunakan bahkan hingga dijadikan senjata biologis tentu sangat berbahaya,” tambahnya

Jose pun meminta agar dalam kerjasama Depkes AS dan Depkes RI ini peneliti Indonesia bisa mendapat akses seluas luasnya. Jose juga meminta agar lembaga ini transparan dan ada pengawasan secara ketat.” Lebih baik lagi jika ada tim khusus yang mengawasi penelitian asing di Indonesia. Tim ini harus independen.” pungkasnya

sumber : meteor jogja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

  • yang mampir

    • 1.574.504 sejak 01/01/2009
  • dipilih,,,dipilih,,,




  • RSS Umpan yang Tidak Diketahui

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • %d blogger menyukai ini: