PSIM VS PERSIRAM 1-4




PSIM VS PERSIRAM 1-4


Tim kebanggaan masyarakat Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat, Persiram meraih hasil luar biasa dalam laga away di Sleman dan Yogyakarta. Setelah pada laga away perdana Kamis (3/12) lalu, Torpedo (julukan Persiram) sukses meghancurkan PSS Sleman dengan skor 3-1 maka semalam (6/12) giliran PSIM Yogyakarta menjadi ‘korban’ Persiram.
Walaupun tampil dihadapan ribuan pendukung setia PSIM tidak membuat nyali pemain Persiram ‘ciut’ karena justru pemain Persiram tampil luar biasa. Lantaran dengan formasi menyerang 3-4-3, Persiram sukses ‘membantai’ tuan rumah PSIM di Stadion Mandala Krida dengan skor telak 4-1 (1-1). Dengan kemenangan tersebut maka Persiram meraih poin maksimal dari empat pertandingan yang dilakoninya yakni 12 dengan 4 kemenangan dengan aggregate gol (13-3) sehingga masih bertengger nyaman di puncak klasemen Wilayah III Divisi Utama PSSI. Gol Persiram disumbangkan striker anyar Persiram Moyo Malibela 2 gol, Amiruddin lewat titik penalty dan Marten Tao.
Sementara itu jalannya pertandingan sejak peluit kick off dibunyikan oleh wasit Iwan Sukoco, sebenarnya kedua tim sama-sama mengambil inisiatif penyerangan. Hal ini terlihat baik PSIM maupun Persiram sama-sama mempunyai peluang untuk mencetak gol. Namun sayangnya pada menit ke-4 babak I justru PSIM yang berhasil mencuri gol. Gol PSIM tersebut terjadi murni karena kelengahan pemain belakang Persiram. Lantaran gol tersebut tercipta berawal dari tendangan bebas diluar kotak penalty di sebelah kiri pertahanan Persiram yang dilesakkan oleh Fausi Firdaus. Bola bersarang di gawang Persiram yang dikawal Jois Sorongan sehingga skor berubah menjadi 1-0 untuk PSIM.
Ketinggalan satu gol membuat, pelatih kepala Persiram Raja Isa menginstruksikan pemain untuk tampil lebih agresif menyerang. Terlebih lagi Persiram mendapat suntikan moral dengan tampilnya Moyo Malibela di lini depan setelah urusan alih statusnya selesai. Penampilan perdana Moyo Malibela bersama Persiram tidak mengecewakan bahkan luar biasa. Bersama striker Marten Tao dan Titus Bonay, Moyo Malibela kerap merepotkan barisan pertahanan PSIM.
Namun sayangnya berkali-kali peluang yang dihasilkan ketiga striker tersebut termasuk melalui gelandang serangnya Mfundo, Mbombom Julian maupun Gideon Way selalu kandas dibarisan belakang PSIM yang dikawal kiper Oni. Namun demikian dengan kegigihan terus tampil menyerang akhirnya Persiram memecah kebuntuhan sekaligus menyamakan kedudukan menjelang akhir babak I tepatnya di menit 44’ lewat sundulan Marthen Tao. Gol Marthen Tao memanfaatkan sepak pojok dari Moyo Malibela dari sebelah kanan pertahanan PSIM sehingga skor berubah menjadi 1-1. Melihat kedudukan imbang ternyata pelatih PSIM justru diluar dugaan menarik keluar kiper Oni diganti Agung Prasetyo dan skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Namun sebelum memasuki ruang ganti, para pemain PSIM sempat memprotes kepemimpinan wasit dan bersyukur protes tersebut dapat diredakan.
Memasuki babak kedua, pemain Persiram ternyata sama sekali tidak canggung meski baru pertama kali main di malam hari. Karena arahan sekaligus instruksi dari pelatih Raja Isa benar-benar dipatuhi oleh pemain Persiram. Alhasil striker anyar Persiram Moyo Malibela sukses membawa Persiram unggul 2-1. Gol Moyo Malibela tercipta melalui serangan rapi yang dibangun para gelandang serang Persiram. Berawal dari umpan manis kapten sekaligus striker Persiram Marten Tao kemudian diakhiri dengan sepakan keras Moyo Malibela. Namun sayangnya permainan kedua tim mulai ‘panas’. Terlebih lagi setelah gelandang serang Persiram, Gideon Way diganjar kartu kuning karena berebut bola dengan pemain PSIM Hasan Basri. Dan sekali lagi Persiram sukses memperbesar keunggulan menjadi 3-1 melalui eksekusi penalty bek Persiram, Ahmad Amiruddin pada menit ke-70’. Hadiah penalty yang diberikan wasit Iwan Sukoco karena striker Persiram Marten Tao dikasari kipper PSIM. Hadiah penalty tersebut sempat diprotes keras pemain PSIM. Bahkan bola yang sudah diletakkan di titik putih sempat ditendang keluar oleh pemain PSIM. Bahkan supporter PSIM sempat melempari bench Persiram. Namun demikian keputusan wasit tidak bergeming dan tetap menunjuk titik putih. Unggul 3-1 membuat pemain Persiram ‘diatas angin’. Berkali-kali serangan terus dilancarkan pemain Persiram. Namun demi menjaga keunggulan gol, Raja Isa menarik Mfundo dengan menggantikan Ino Imbiri dan Marten Tao diganti Didi Paroy.
Pergantain pemain Persiram tersebut ternyata tidak menurunkan agresifitas serangan Persiram. Terbukti menjelang masa-masa injury time sekali lagi Moyo Malibela membuktikan kapasitas sebagai striker yang haus gol dengan mencetak gol pamungkas pada menit ke-85’sekaligus mengantar Persiram unggul 4-1. Usai mencetak gol, Moyo Malibela ditarik keluar diganti Erol dan skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang dbunyikan. Kemenangan telak Persiram ini disambut luapasan gembira dari pelatih dan pemain Persiram yang ada di bench pemain.
Lantaran seperti yang pernah disampaikan Raja Isa maupun asisten pelatihnya Fernando Fairyo bahwa Persiram hanya menargetkan bermain imbang melawan PSIM. Dengan kemenangan ini maka rekor Persiram 100% menang belum bisa disamai tim lain yang ada di wilayah III Divisi Utama PSSI. Namun sayangnya aksi kurang simpati ditunjukkan suporter PSIM yang melihat timnya kalah melakukan aksi pelemparan botol plastik air minum ke arah wasit.
Sebagaimana diketahui pertandingan PSIM vs Persiram hampir saja ditunda karena adanya gangguan lampu stadion. Bahkan sempat dua kali perpanjangan waktu 30 menit, Panpel belum menyelesaikan soal lampu stadion. Namun akhirnya setelah lampu stadion normal pertandingan dimulai pukul 20.30

PSIM VS PERSEMAN 0-0




PSIM VS PERSEMAN 0-0


Di stadion mandala krida tgl 3 desember 2009 hari kamis malam pertandingan antara tuan rumah psim jogja vs perseman manokwari berakhir imbang 0-0.
tuan rumah psim dengan dukungan 12.000 suporter di babak pertama mendominasi permainan dengan menurunkan duo striker yudi permana dan santoso, dan didukung gelandang energik topas, dan basri lohi. tapi semua itu mentah ato dapat digagalkan dengan kedisiplinan pemain belakang perseman manokwari George oyedepo.
di babak kedua pelatih jefri yanes memasukkan wawan sucahyo menggantikan santoso. tapi berkat kedisiplinan lini belakang perseman manokwari, psim tidak bisa mencetak gol hingga peluit panjang di bunyikan.



MAN OF THE MATCH
GEORGE OYEDEPO


Psim Jogja Libas Perseman 2-0

lanjutan divisi utama wilayah timur hari minggu tgl 16 november 2008 di stadion mandala krida Psim Jogja menjamu Perseman Manokwari. Setelah mengalami kekalahan beruntun di kandang sendiri anak anak Psim Jogja sore ini bermain penuh semangat dan motivasi tinggi. Menghadapi Perseman Manokwari pemain pemain Psim bermain fight dan pantang menyerah. Psim menurunkan sebagai goal keeper Ony Kurniawan. Di belakang Marjono, Jonny sukirto dan Mashadi. Wing back kanan Donny hermawan,  wing back kiri dipercayakan Kristiono, di lini tengah Bayu andra, Fais dan Herminanto. Tuk lini depan tetap duet M. Eksan dan Santoso. dengan memakai formasi 3-5-2. babak pertama diguyur hujan cukup lebat sehingga pemain pemain Psim Jogja lebih hidup dalam penyerangan, umpan umpan terukur dan membuat permainan enak ditonton.

Memasuki babak kedua Psim Jogja merubah formasi menjadi 3-4-3, Fais ditarik keluar digantikan Furqon alkatiri. dan Herminanto digantikan Prastowo sehingga permainan lebih hidup. 10 menit jelang pertandingan selesai pemain pemain Psim memanfaatkan kelengahan lawan menjebol gawang Perseman Manokwari melalui kaki Prastowo dan M.Eksan. hingga babak kedua berakhir kedudukan berkesudahan 2-0 bagi Psim Jogja…

  • yang mampir

    • 1,507,167 sejak 01/01/2009
  • dipilih,,,dipilih,,,




  • RSS Umpan yang Tidak Diketahui

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.