Video Mesum di Taman Pancing Kubang Pekanbaru

Tetaplah waspada meski sedang kasmaran. Bila apes, pasangan yang sedang kasmaran bisa jadi korban preman. Ini terjadi di pekanbaru. Sepasang kekasih yang sedang pacaran dipaksa telanjang. Mereka juga dimintai uang dan sang gadis diancam akan digilir.

Keterlaluannya lagi, aksi premanisme itu juga diabadikan dengan handycam. Rekaman tersebut pun disebarluaskan. Kini video beredar luas di kalangan masyarakat Pekan Baru.

Dalam video berdurari 82  menit itu, terlihat seorang laki-laki dan seorang perempuan yang benar-benar bugil. Pakaian keduanya lantas dirampas oleh orang-orang yang merekamnya dengan handycam.

Peristiwa itu terjadi di Taman Pancing Jefry Noer, Desa kubang, Kecamatan Siak,
Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Berdasarkan video itu, sepasang kekasih itu dipaksa bugil karena berpacaran di taman tersebut.

“Baju ini kami simpan sebagai barang bukti. Kalian akan kami arak ke balai desa,” gertak salah satu pemuda. Suaranya terdengar dalam rekaman video.

Selain memaksa, para pemuda itu juga mengancam si perempuan. “Gini aja, kita selesaikan kasus kalian ini di sini. Kalian punya harus bayar dengan kami. Kalau tidak kami arak ke balai desa. Atau gini aja dek, kau kami gilir aja. Biar urusan ini bisa kita selesaikan sekarang juga,” ancam salah satu pemuda yang lain.

Si gadis pun tampak ketakukan. Badannya terlihat gemetar. Namun itu tak membuat para pemuda kasihan. Mereka terus merekam si perempuan dari berbagai sudut.

“Ampun Om, jangan saya diperkosa,” kata perempuan berambut sebahu itu menangis. Dia bersimpuh di kaki salah satu pemuda yang merekamnya.

Si pemuda kemudian mengatakan, semua itu memang harus diterima pasangan yang tengah dimabuk asmara itu karena telah berbuat maksiat. “Kalian sudah berbuat maksiat
di kampung kami. Kalian dicambuk saja,” lanjut pemuda tadi

Mau liat ya… cari aja sendiri deh linknya

cari aja di mbah google ,,, pasti ketemu tuh

Iklan
  • yang mampir

    • 1,522,871 sejak 01/01/2009
  • dipilih,,,dipilih,,,




  • RSS Umpan yang Tidak Diketahui

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.